Daftar Isi ▾
John Herdman, Sinyal Harapan Era Baru Timnas Indonesia
Federasi Sepak Bola Indonesia kembali mengirim sinyal perubahan. Kali ini bukan lewat jargon atau janji manis, melainkan melalui desain kontrak yang terdengar lebih rasional. Nama John Herdman, pelatih berpengalaman yang membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, kian menguat sebagai kandidat pelatih baru Timnas Indonesia.
Informasi ini disampaikan langsung oleh anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang menegaskan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam waktu dekat. Di tengah derasnya spekulasi, satu hal menarik justru muncul lebih dulu: skema kontrak 2+2 tahun yang disiapkan federasi.
Kontrak 2+2 Tahun: Belajar dari Masa Lalu
PSSI memilih kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun sebagai langkah mitigasi risiko. Model ini disesuaikan dengan masa kepengurusan federasi saat ini agar tidak meninggalkan beban bagi pengurus berikutnya. Pendekatannya sederhana: progres dulu, baru komitmen jangka panjang.
Dalam sepak bola modern, kontrak semacam ini bukan tanda setengah hati, melainkan tanda kehati-hatian. Bahkan di Eropa, banyak federasi nasional memilih model serupa untuk memastikan kesinambungan proyek. Dengan kata lain, PSSI kali ini bermain aman dan itu adalah kabar baik.
John Herdman dan Opsi Rangkap Jabatan
Selain menangani tim senior, John Herdman juga berpeluang memegang Timnas Indonesia U-23. Skema rangkap jabatan ini dirancang agar filosofi permainan bisa tersambung dari level usia ke tim utama. Tidak ada lagi cerita ganti pelatih, ganti gaya, lalu kembali ke titik nol.
Tentu, Herdman tidak akan bekerja sendirian. Ia disebut akan membawa asisten sendiri, namun PSSI juga berencana melibatkan pelatih lokal. Ini detail penting, karena transfer pengetahuan sering kali lebih berharga daripada sekadar hasil instan.
Jejak Herdman: Dari Selandia Baru hingga Kanada
John Herdman lahir di Consett, Inggris, pada 9 Juli 1975. Ia bukan mantan pemain profesional sebuah fakta yang sering dianggap minus, tapi justru menjadi kekuatannya. Herdman membangun karier kepelatihan dari level federasi, dimulai bersama Timnas Selandia Baru, lalu Kanada putri, hingga akhirnya Kanada putra.
Prestasi puncaknya tentu membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 Qatar. Meski tersingkir di fase grup, Kanada tampil kompetitif. Kalah tipis dari Belgia dan Maroko yang merupakan dua semifinalis, memberi konteks bahwa hasil tak selalu mencerminkan kualitas.
Statistik, tapi Jangan Terjebak Angka
Selama menangani Kanada, Herdman mencatatkan 36 kemenangan, tujuh imbang, dan 15 kekalahan. Angka ini solid, namun yang lebih penting adalah transformasi identitas bermain. Kanada berubah dari tim pelengkap menjadi kekuatan baru di CONCACAF.
Di level klub, Herdman sempat melatih Toronto FC di MLS. Catatannya memang tidak impresif, namun konteksnya berbeda. MLS adalah liga dengan struktur unik, jadwal padat, dan rotasi ekstrem. Pengalaman ini justru memperkaya perspektifnya sebagai pelatih adaptif.
Fleksibilitas Taktik yang Relevan untuk Indonesia
Herdman dikenal fleksibel secara taktik. Sistem 3-4-3 kerap digunakan saat Kanada memaksimalkan Alphonso Davies dan Jonathan David. Namun ketika dibutuhkan stabilitas, ia tak ragu beralih ke empat bek.
Pendekatan ini relevan untuk Timnas Indonesia yang memiliki karakter pemain beragam. Dalam sepak bola Asia Tenggara, kemampuan beradaptasi sering kali lebih penting daripada idealisme taktik. Herdman paham betul soal itu dan tidak alergi terhadap perubahan rencana.
Lebih dari Sekadar Nama Besar
John Herdman bukan solusi instan, tapi ia menawarkan arah. Ia terbiasa bekerja dengan proyek jangka menengah, membangun budaya, dan memaksimalkan potensi pemain. Dalam konteks Indonesia, ini terdengar lebih realistis daripada janji juara dalam semalam.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan Timnas Indonesia dengan data yang akurat, analisis berimbang, dan update cepat langsung aja login ke Playkami.
Jika Herdman benar-benar diumumkan, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Namun setidaknya, kali ini PSSI tampak datang dengan rencana. Dan dalam sepak bola, punya rencana saja sudah merupakan langkah maju.