Daftar Isi ▾
Real Madrid Tersingkir di Copa del Rey, Debut Arbeloa Langsung Disorot
Copa del Rey kembali membuktikan reputasinya sebagai turnamen yang ramah kejutan. Kali ini, giliran Real Madrid yang merasakan sisi pahitnya. Bertandang ke Estadio Carlos Belmonte, Los Blancos justru harus angkat koper lebih cepat setelah dikalahkan Albacete dengan skor dramatis 2-3. Yang membuat cerita ini makin menarik: laga ini menjadi debut resmi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Madrid. Debut yang, sayangnya, jauh dari kata manis.
Bagi penggemar sepak bola Spanyol, hasil ini langsung memantik diskusi panas. Bagi pembaca setia Playkami Sports, kekalahan ini bukan sekadar skor, tapi potret nyata bagaimana transisi sebuah raksasa bisa berjalan penuh risiko. Dan ya, Copa del Rey memang tidak pernah peduli dengan status “15 gelar Liga Champions”.
Dominasi Madrid yang Tidak Efektif
Secara statistik, Real Madrid seharusnya pulang dengan senyum. Penguasaan bola mendekati 80 persen, lima tembakan dilepaskan hanya dalam 42 menit pertama, dan tekanan konstan ke area pertahanan Albacete. Namun sepak bola tidak pernah ditentukan oleh statistik di atas kertas saja. Albacete memilih pendekatan sederhana: bertahan disiplin, menunggu celah, lalu menghukum kesalahan.
Gol pembuka datang di menit ke-42 melalui Javi Villar. Sundulannya menyambut sepak pojok Jose Lazo menjadi pengingat klasik bahwa bola mati tetap menjadi senjata paling “murah tapi mematikan” dalam sepak bola modern. Madrid merespons lewat Franco Mastantuono di masa injury time babak pertama, memanfaatkan kesalahan kiper Raul Lizoain. Skor imbang 1-1 menutup babak pertama, meski dominasi mutlak ada di pihak tamu.
Pergantian Pemain yang Jadi Titik Balik
Memasuki babak kedua, Arbeloa mencoba menaikkan level permainan. Empat pergantian pemain dilakukan, termasuk memasukkan nama-nama berpengalaman seperti David Alaba, Eduardo Camavinga, dan Daniel Carvajal. Di atas kertas, ini terlihat seperti langkah logis. Di lapangan, ceritanya berbeda.
Justru dari bangku cadangan Albacete muncul pembeda. Jefte Betancor, penyerang pengganti, tampil seperti karakter cameo yang tiba-tiba mencuri seluruh adegan. Gol pertamanya di menit ke-82 memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid. Ketika Gonzalo Garcia sempat menyamakan skor 2-2 di menit 90+1 dan memberi harapan tipis, Betancor kembali menghantam di menit 90+4. Brace, kemenangan, dan sejarah untuk Albacete.
Albacete Efisien, Madrid Kehilangan Kontrol
Yang membuat kekalahan ini terasa lebih menyakitkan adalah konteks lawan. Albacete datang sebagai tim peringkat ke-17 Segunda Division. Ini kemenangan pertama mereka atas Real Madrid sepanjang sejarah. Bukan karena Albacete bermain spektakuler sepanjang laga, tapi karena mereka bermain cerdas, efisien, dan tanpa rasa takut.
Inilah pelajaran klasik yang sering dibahas di Playkami Sports: dalam turnamen sistem gugur, efektivitas selalu lebih berharga daripada dominasi. Madrid boleh menguasai bola, tapi Albacete menguasai momen. Dan dalam sepak bola, momen adalah segalanya.
Awal Era Arbeloa yang Penuh Tanda Tanya
Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Madrid kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol. Dua kekalahan beruntun, dua turnamen berbeda, dan satu benang merah: masa transisi. Arbeloa ditunjuk menggantikan Xabi Alonso dengan harapan membawa stabilitas dan identitas baru. Namun minimnya pengalaman melatih tim senior langsung menjadi sorotan.
Absennya nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Rodrygo, dan Jude Bellingham memang memberi konteks, tapi bukan pembenaran. Di level Real Madrid, ekspektasi tidak pernah menunggu “proses”. Fans ingin hasil, media ingin jawaban, dan pelatih ingin waktu, tiga hal yang jarang berjalan seirama.
Sebagian pendukung Madrid bahkan mulai mempertanyakan arah klub. Apakah ini fase singkat yang akan segera terlewati, atau sinyal bahwa musim 2025/2026 akan berjalan lebih berliku dari perkiraan? Jawabannya belum ada, tapi tanda-tandanya sudah mulai terlihat.
Apa Selanjutnya untuk Real Madrid?
Tersingkir dari Copa del Rey berarti Madrid kehilangan salah satu jalur realistis untuk meraih trofi musim ini. Fokus kini akan kembali ke kompetisi liga dan Eropa, dengan tekanan yang jelas meningkat. Setiap keputusan Arbeloa ke depan akan dibedah, setiap hasil akan ditimbang.
Buat Madridista dan fans bola yang pengen dapetin berita update kayak gini setiap hari, langsung aja login ke Playkami Sports.
Satu hal yang pasti: Copa del Rey sudah memberi pengingat keras bahwa nama besar tidak menjamin apa pun. Dan bagi Real Madrid, malam di Carlos Belmonte mungkin akan dikenang sebagai awal dari perjalanan panjang penuh ujian di era baru. Seperti kata pepatah sepak bola: proses itu indah, tapi di Madrid, hasil tetap nomor satu.